SOCDEMPOST.ID

Klik ide-Sebar Makna-Rebut Perubahan

Advertisement

NILAI-NILAI PENDIDIKAN DAN KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP DALAM FALSAFAH FAGOGORU (AKAL’ RE WLOUW) : Deforestasi dan hilangnya fungsi ekologi hutan.

Oleh: Sulfan Kiye, Mantan Ketua Umum HIPMMAT Periode 2024-2025

“Kerusakan hutan di Halmahera Timur utamanya melalui deforestasi, telah menyebabkan degradasi fungsi ekologis vital dan memicu serangkaian bencana alam yang merugikan”

Lingkungan hidup adalah objek kajian yang menarik, baik dari sudut pandang idealis dan realitas. Apalagi jika dihubungkan dengan pendidikan falsafah hidup orang fagogoru (akal re wlouw), secara realitas ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian bagi pemerhati lingkungan dan pemerhati pendidikan. Diantaranya adalah terjadinya pembabatan hutan secara berlebihan, hutan merupakan sumber penting dalam kehidupan orang maba, hutan juga menjadi sumber oksigen, mata pencarian dan segala sumber pangan bagi kehidupan masyarakat halmahera timur.

Sedangkan pendidikan bertujuan memanusiakan anak manusia. Indikatornya adalah terbentuknya manusia yang memiliki kesadaran dan pemahaman serta keterampilan sebagai individu person maupun social person. Sementara tujuan dari falsafah fagogoru “akal re wlouw” adalah untuk bagaimana mengembalikan esensi kesadaran manusia pada taraf hati dan akal untuk memandang alam sebagai satu lokus kesempurnaan jouu(Allah), dalam memberi dan menciptakan segala sesuatu dalam hal ini adalah alam semesta, jika kesadaran akal re wlouw hilang dari diri setiap masyarakat halmahera  timur maka cara pandang terkait hutan hanya sebatas materi semata. Falsafah fagogoru (akal re wlouw) juga bertujuan untuk membentuk insan Kamil menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Baca Juga :  Peran Perempuan yang Dipelintir

Dan lebih penting bagi adanya pemahaman dan keseimbangan aspek hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan lingkungan hidup (alam). Hal inilah yang membuat kajian tentang pendidikan falsafah hidup dan lingkungan hidup menjadi menarik, inspiratif, dan solutif. Termaksud didalamnya, atau lingkaran yang terlingkung dalam suatu daerah atau sekitarnya, bekerja sebagaimana mestinya yang dapat mempengaruhi penghidupan dan kehidupan masyarakat Halmahera  timur.

Dari beberapa trem menjelaskan tentang pandangan Al-Qur’an tentang lingkungan (ekologi). Yang digunakan Al-Qur’an untuk menyebut lingkungan ekologi, tampak bahwa Al-Qur’an telah merespon masalah lingkungan sebelum teori ekologi itu lahir. Dalam paradigma tafsir ekologis, dapat dirumuskan prinsip-prinsip etis-teologis yang ditawarkan Al-Qur’an (Islam) sebagai agama ramah lingkungan atau agama hijau.

Artinya: “Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan nya pula) makhluk-makhluk yang Kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya”(Q.S, Al-Hijra ayat 19-20).

Baca Juga :  Di Balik Angka-Angka: Kegagapan Manajerial dalam Tata Kelola Morotai

Secara bahasa diartikan sebagai daerah kawasan dan sebagainya,  seorang ahli ilmu (ekologi) Prof.Ir. soemaewoto, lingkungan adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. Hal ini senada dengan pengertian lingkungan hidup, yaitu sistem yang merupakan kesatuan ruang dan semua bend,daya, keadaan, dan makhluk hidup termaksud manusia serta perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan makhluk lainnya.  Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip falsafah fagogoru (akal re wlouw) ini , kita dapa memahami betul esensi dari pada alam semesta ( hutan Halmahera Timur) ini merupakan aspek penting dalam ibadah dan do’a, yang menurut seorang hamba untuk menunjukkan ketulusan, keikhlasan, kesadaran akan pentingnya menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi. Dalam aspek ini juga menjadi penegasan yang nantinya menghantarkan kita pada satu kesadaran akan keterbatasan diri.

Baca Juga :  Aklamasi dan Arah Golkar Daerah

Dalam kesempatan ini kita akan membahas secara mendalam tentang konsep (akal re wlouw) dan bagaimana sikap ini memainkan peran krusial dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat halmahera  timur berdasarkan petunjuk dalam Al Qur’an dan penjelasan ulama. Ayat yang menjadi fokus penegasan ini adalah Q.S. AL-A’raf, ayat 55-56. Yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan dibumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi Kamu jika kamu orang-orang yang beriman. Ayat ini menekankan pentingnya sikap rendah hati (wlouw) rendah hati yang dimaksud adalah menjadi sebagai instrumen untuk menghantarkan manusia ke satu poros kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup (ekologi).

Akan merasa lah diwaktu itu betapa kecilnya diri kita ini dihadapan kebesaran Jou(Allah).Boleh dikatakan bahwa kita sudah tidak ada arti apa-apa ditengah-tengah alam itu, pada saat yang demikian datanglah sambungan seruan Jou(Allah), supaya serulah dia. Dekatkanlah diri yang kecil itu kepada kebesaran-Nya.

Serulah tuhanmu dengan merendahkan diri, dan kedua khufyatan, kita artikan bersembunyi.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *