Desa Moreala di Patani Barat sejatinya menyimpan potensi yang tidak kecil, baik dari sumber daya alam maupun kekuatan sosial masyarakatnya. Namun, jika dilihat secara jujur, realitas pembangunan di desa ini masih belum sepenuhnya sejalan dengan potensi yang dimiliki. Kesenjangan antara harapan dan kenyataan inilah yang menjadi catatan penting dalam melihat arah pembangunan Desa Moreala saat ini.
Salah satu persoalan yang cukup menonjol adalah ketidakseimbangan antara potensi yang ada dengan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat. Desa ini memiliki sumber daya alam yang dapat mendorong kemandirian ekonomi, namun pengelolaannya masih belum terlihat optimal dan berkelanjutan. Banyak program desa yang berjalan cenderung bersifat jangka pendek, tanpa perencanaan yang kuat untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Selain itu, ketergantungan terhadap program dari luar desa masih cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif lokal dalam menggerakkan ekonomi desa belum sepenuhnya menjadi prioritas utama. Peran BUMDes dan program pemberdayaan masyarakat yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa juga masih belum memberikan dampak signifikan, baik dari sisi pengelolaan maupun transparansi.
Dari sisi infrastruktur, tantangan juga masih cukup nyata. Akses jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan dasar lainnya masih menjadi kebutuhan yang terus berulang dari waktu ke waktu. Kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara perencanaan pembangunan dengan pelaksanaan di lapangan, sehingga manfaat pembangunan belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Tidak hanya itu, partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa juga perlu menjadi perhatian. Dalam beberapa kasus, proses pengambilan keputusan masih cenderung bersifat top-down, sehingga ruang aspirasi masyarakat belum sepenuhnya terbuka dan dimaksimalkan. Padahal, keterlibatan masyarakat seharusnya menjadi kunci utama dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa evaluasi yang serius, maka Desa Moreala berpotensi mengalami stagnasi pembangunan banyak program berjalan, tetapi perubahan nyata di tingkat masyarakat berjalan lambat.
Oleh karena itu, Desa Moreala membutuhkan pembenahan yang lebih mendasar, bukan hanya menambah program, tetapi juga memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan bahwa masyarakat benar-benar menjadi pusat dari setiap arah kebijakan pembangunan desa. (*)














Leave a Reply