Oleh : Sukran Kiya
(Ketua umum HMI komisariat FKIP Unkhair Ternate)
Islam adalah agama pembebasan manusia dari perbudakan, penindasan, Jauh sebelum Islam hadir atau pra Islam di makkah dan di sebut sebagai kaum Jahiliyah, orang yang belum memiliki pengetahuan tentang moral, sosial. akan tetapi ketika Islam hadir yang di bawakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW untuk membebaskan manusia dari perbudakan, penindasan serta kaum perempuan yang di jadikan sebagai pelampiasan hawa nafsu. Islam tidak hanya berfokus pada hubungan Tuhan dan manusia (sholat ) melaikan cendrung menerapkan sistem sosial budaya yang baik berbasis rasionalitas, jauh berkembangnya Islam dari abad ke abad Islam mulai mengalami perpecahan pendapat, disinilah kelompok” yang tidak mengakui Islam sebagai agama kemanusiaan ini membangun propaganda propaganda liar tentang Islam. Di dalam Islam sendiri seluruh manusia yang berada di muka bumi ini sama, dalam artian “manusia”
Kerusakan di laut dan daratan itu adalah ulah dari tangan manusia itu sendiri ( QS. Yunus 101 ). Bahwa sesungguhnya Qur’an sendiri telah menjelaskan tentang kerusakan Ekologi yang di lakukan oleh tangan – tangan manusia itu sendiri, ini berarti bahwa Islam dan Qur’an tidak hanya sebatas tekstual yang di pahami oleh kelompok” lain .
Perbedaan pendapat itu niscaya pasti karena setiap manusia sudah tentuh memiliki pandangan yang berbeda beda, akan tetapi Islam tidak keluar dari apa yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw. Dalam sorotan sejarah, Islam tampil sebagai agama yang gigih melawan penindasan sosial. Dari perjuangan melawan sistem kasta hingga perbudakan, Islam membawa pesan kesetaraan dan keadilan.
Di Makkah, Nabi Muhammad SAW memproklamirkan bahwa semua manusia sama di hadapan Allah, tanpa memandang ras atau status sosial. Ini adalah langkah besar menuju pembebasan ketika Nabi Muhammad SAW memilih Bilal bin Rabah, seorang budak Afrika, sebagai muadzin pertama, menunjukkan kesetaraan dalam Islam.
Tokoh-tokoh seperti Bilal bin Rabah, Salman al-Farisi, dan Abu Dharr al-Ghifari menunjukkan contoh nyata kesetaraan dan keadilan dalam Islam. Mereka berjuang melawan penindasan dan ketidakadilan, menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama.
Perjuangan ini terus berlanjut hingga hari ini, menginspirasi banyak orang untuk melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak manusia. Islam masih di jadikan sebagai basis perjuangan bagi mereka yang berjuang untuk kebebasan dan keadilan. Dalam sejarah Islam, kita juga menemukan perjuangan melawan penindasan sosial. Di antaranya Khalifah Umar bin Khattab yang memutuskan untuk memberikan hak-hak yang sama kepada non-Muslim di bawah pemerintahan Islam.
Dalam konteks modern, Islam terus menjadi sumber inspirasi bagi gerakan sosial dan politik yang memperjuangkan keadilan dan kesetaraan. Dalam dunia modern, Islam juga menjadi sumber inspirasi bagi gerakan feminis yang memperjuangkan hak- hak perempuan. Namun, perlu diingat bahwa penindasan sosial masih ada di banyak belahan dunia, dan Islam terus menjadi sumber kekuatan bagi individu dan kelompok
Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa.” (QS. Al-Hujurat 13)
Ayat ini menunjukkan bahwa kesetaraan dan keadilan adalah nilai-nilai yang sangat penting dalam Islam. Dalam sejarah Islam, kita juga menemukan contoh-contoh lain dari perjuangan melawan penindasan sosial, seperti perjuangan melawan perbudakan di Afrika dan Amerika.
Dalam konteks modern, Islam terus menjadi sumber inspirasi bagi gerakan-gerakan yang memperjuangkan perdamaian dan kerukunan antaragama. Dalam Islam, kita juga menemukan konsep “maqasid al-shariah” yang menekankan pentingnya melindungi hak-hak asasi manusia dan mempromosikan keadilan sosial.
Konsep ini dapat menjadi dasar bagi upaya untuk memperjuangkan keadilan sosial dan hak asasi manusia di seluruh dunia. Dalam sejarah Islam, kita juga menemukan perjuangan melawan penindasan sosial, seperti perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Dalam konteks modern, Islam terus menjadi sumber inspirasi bagi gerakan-gerakan yang memperjuangkan solidaritas dan persatuan umat. Salah satunya adalah Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang didirikan pada tahun 1969 untuk mempromosikan kerja sama dan solidaritas di antara negara-negara Muslim.
Dalam Islam, kita juga menemukan konsep “ummah” yang menekankan pentingnya persatuan dan solidaritas umat.
Konsep ini dapat menjadi dasar bagi upaya-upaya untuk memperjuangkan persatuan dan solidaritas umat di seluruh dunia. Islam adalah agama yang sangat menekankan keadilan dan kesetaraan. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang-orang yang selalu menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang dituduh) kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu untuk tidak berlaku adil. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau menolak (keterangan) maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Nisa: 135)
Ayat ini menunjukkan bahwa keadilan adalah nilai yang sangat penting dalam Islam, dan umat Muslim diwajibkan untuk menegakkan keadilan dalam segala aspek kehidupan. Islam juga menekankan kesetaraan di hadapan Allah, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran, “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat ini menunjukkan bahwa semua manusia sama di hadapan Allah, dan yang membedakan mereka hanyalah ketakwaan mereka kepada Allah.
Basis rasionalitas Islam terletak pada beberapa aspek;
1. Al-Quran sebagai sumber kebenaran Al-Quran dianggap sebagai kitab suci yang berasal dari Allah, sehingga dianggap sebagai sumber kebenaran yang tidak dapat disangkal. Isi Al-Quran yang menekankan keadilan dan kesetaraan dianggap sebagai dasar bagi umat Muslim untuk berpegang pada nilai-nilai tersebut.
2. Logika dan akal, Islam menekankan pentingnya menggunakan akal dan logika untuk memahami kebenaran. Nabi Muhammad SAW sendiri dikatakan telah menggunakan akal dan logika untuk memahami kebenaran sebelum diangkat sebagai nabi.
3. Ijtihad Ijtihad adalah proses penalaran yang digunakan oleh ulama untuk memahami dan menafsirkan Al-Quran dan Hadis. Ijtihad memungkinkan umat Muslim untuk memperbarui pemahaman mereka tentang Islam dan mengaplikasikannya dalam konteks modern.
4. Qiyas, Qiyas adalah proses penalaran yang digunakan untuk memahami hukum Islam dengan menggunakan analogi dan perbandingan. Qiyas memungkinkan umat Muslim untuk memahami hukum Islam dalam konteks yang lebih luas.
5. Maqasid al-Shariah. Maqasid al-Shariah adalah konsep yang menekankan pentingnya memahami tujuan dan maksud dari hukum Islam. Maqasid al-Shariah memungkinkan umat Muslim untuk memahami hukum Islam dalam konteks yang lebih luas dan memperbarui pemahaman mereka tentang Islam.
Dengan demikian, basis rasionalitas Islam terletak pada penggunaan akal, logika, dan penalaran untuk memahami kebenaran dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam konteks modern. Dalam konteks keadilan dan kesetaraan, Islam menekankan pentingnya menggunakan akal dan logika untuk memahami kebenaran dan memperjuangkan keadilan dan kesetaraan. Nabi Muhammad SAW sendiri dikatakan telah menggunakan akal dan logika untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam masyarakat Arab pada masa itu.
Tolak ukur bahwa Islam adalah agama pembebasan dapat dilihat dari beberapa aspek;
1. Pembebasan dari penindasan Islam datang untuk membebaskan manusia dari penindasan dan ketidakadilan. Nabi Muhammad SAW sendiri berjuang untuk membebaskan masyarakat Arab dari penindasan dan ketidakadilan pada masa itu.
2. Pembebasan dari kebodohan Islam menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan. Nabi Muhammad SAW sendiri mengatakan bahwa “mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah).
3. Pembebasan dari kemiskinan Islam menekankan pentingnya zakat dan sedekah untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung. Nabi Muhammad SAW sendiri mengatakan bahwa “zakat adalah hak orang-orang yang kurang beruntung” (HR. Bukhari).
4. Pembebasan dari perbudakan Islam datang untuk membebaskan manusia dari perbudakan. Nabi Muhammad SAW sendiri membebaskan banyak budak dan menekankan pentingnya memperlakukan budak dengan baik.
5. Pembebasan dari ketidakadilan Islam menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan. Nabi Muhammad SAW sendiri mengatakan bahwa “orang-orang yang paling dekat dengan Allah adalah orang-orang yang paling adil” ( HR. Bukhari )
6. Pembebasan dari kebiasaan buruk Islam datang untuk membebaskan manusia dari kebiasaan buruk seperti minum khamr, judi, dan lain-lain. Nabi Muhammad SAW sendiri mengatakan bahwa “khamr adalah ibu dari segala keburukan” ( HR. Muslim )
Dalam sejarah Islam, kita juga menemukan peran Nabi Muhammad dalam membebaskan manusia.
Pembebasan Me’kah oleh Nabi Muhammad SAW., Pembebasan Andalusia dari kekuasaan Kristen oleh pasukan Muslim., Pembebasan Afrika dari perbudakan oleh pasukan Muslim. Maka itu, tolak ukur bahwa Islam adalah agama pembebasan dapat dilihat dari aspek-aspek di atas. (*)














Leave a Reply