Penulis: angga abdullah
Mahasiswa sosiologi
Perubahan menuju masyarakat moderen tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses sejara yang panjang. Dalam ilmu sosial, perubahan tersebut sering dipahami sebagai peralihan dari masyarakat tradisonal menuju masyarakat moderen. Menurut Rostow seorang ahli ekonom menjelaskan bahwa masyarakat tradisional adalah masyarakat yang masih menggunakan cara produksi yang primitif dan cara hidup masyarakat yang masi dipengaruhi oleh nilai-nilai tradisional (adat istiadat). Sedangkan masyarakat moderen adalah masyarakat yang telah mampu berpikir secara rasional hingga banyak menciptakan pembaharuan dalam aspek kehidupa, seperti penciptaan teknologi.
Perkembangan masyarakat moderen ditandai oleh perubahan besar yang terjadi akibat Revolusi Industri di eropa pada abat ke-19, pada masa itu kapitalisme mulai berkembang pesat dan menciptakan ketimpangan sosial yang tajam. Menurut marx, masyarakat moderen ditandai oleh berkembangnya sistem ekonomi kapitalisme yang menguasai kehidupan sosial masyarakat. (Ritzer, 2012:932)
Kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang didasarkan pada kepimilikan pribadi atas modal dan alat produksi. Dalam masyarakat kapitalis, produksi dilakukan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Dalam pandangan marx, sistem kapitalisme terbagi kedalam dua kelas utama, yaitu kaum borjuis dan proletariat. Kaum borjuis adalah kelompok yang memiliki modal, pabrik, tanah, dan alat produksi, sedangkan proletariat. Adalah kelompok pekerja yang tidak memiliki alat produksi sehingga hanya dapat menjual tenaga mereka untuk memperoleh upah. Hubungan antara kedau kelas tersebut bersifat tidak seimbang karena pemilik modal memiliki kekuasaan ekonomi yang lebih besar dibandingkan kaum pekerja.
Untuk memahami masyarakat modern, Marx menggunakan pendekatan materialisme historis. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa yang menentukan struktur masyarakat dan perkembangan dalam sejarah adalah kelas-kelas sosial. Marx melihat bahwa munculnya kelas sosial merupakan ciri khas masyarakat modern setelah runtuhnya sistem feodalisme. Marx kemudian menyebut di dalam struktur kelas ada perbedaan, yakni kelas atas yaitu kaum pemilik modal dan alat-alat industri sedangkan kelas bawah merupakan (kaum proletar, buruh). Dalam masyarakat kapitalis Marx menyebutkan ada tiga kelas sosial, yaitu: (1) kaum buruh, yaitu mereka yang hidup dari upah (2) kaum pemilik modal (yang hidup dari laba) dan (3) para tuan tanah (yang hidup dari rente tanah). Hubungan antar kelas ini menurut Marx ditandai oleh hubungan eksploitasi, pengisapan, dan hubungan kekuasaan (antara yang berkuasa dan yang dikuasai)
Dalam masyarakat modern, hubungan antara buruh dan pemilik modal menjadi bagian penting dalam sistem kapitalisme. Buruh bekerja untuk meghasilkan barang dan jasa, sementara pemilik modal mendapatakan keuntungan dari hasil kerja tersebut. Karl marx menjelaskan bahwa keuntungan terbesar dalam sistem ini sebenarnya berasal dari nilai lebih atau (surplus volue) yang dihasilakan oleh para pekerja. Buruh menghasilkan nilai ekonomi yang besar lewat tenaga dan waktu yang mereka keluarkan, tetapi yang mereka terima hanya sebatas upah. Sebentara sebagian keuntungan justru dinikmati oleh pemilik modal. Dalam kondisi seperti inilah yang kemudian melahirkan ekspolitasi dalam masyarakat kapitalis.
Masyarakat moderen sendiri ditandai dengan cara berpikir yang semakin rasional, penggunaan teknologi yang semakin tinggi, dan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengantahuan. Perubahan ini membuat polah kehidupan masyarakat ikut berubah, seperti sistem kerja yang sebelumnya banyak bergantung kepada pertanian tradisional berlahan menuju sistem industri moderen. Banyak masyarakat yang dulunya bekerja sebagai petani atau pengrajin mulai beralih menjadi buruh di perusahana atau di kawasan industri.
Hal seperti ini juga terjadi di Maluku Utara. Kehadiran industri pertambangan yang berada di beberapa wilayah di Halmahera memang membawa perubahan ekonomi yang cukup besar. Investasi meningkat, lapangan pekerjaan mulai terbuka, serta Aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut bergerak karena adanya industri.
Namun di balik perkembangan itu, muncul juga berbagai persoalan sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam pandangan Karl Marx, kondisi seperti ini bisa memunculkan konflik kelas antara masyarakat, pekerja, dan pemilik modal Konflik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan. Perusahaan lebih berorientasi pada keuntungan, sementara masyarakat menginginkan kesejahteraan dan lingkungan hidup yang tetap baik.
Kehadiran industri juga perlahan mengubah pola hidup masyarakat. Persaingan ekonomi semakin meningkat dan ketimpangan sosial mulai terlihat, terutama antara kelompok yang mendapatkan keuntungan besar dari industri dengan masyarakat yang hanya bekerja sebagai buruh biasa. Tidak semua orang merasakan manfaat yang sama dari perkembangan tersebut.
Selain itu, para pekerja juga bisa mengalami apa yang disebut Marx sebagai alienasi atau keterasingan. Kondisi ini terjadi ketika pekerja tambang mengalami ketersaingan karena tidak memiliki kontrol atas hasil kerja, tidak terlibat dalam proses produksi secara utuh, terpisa dari sesama manusia, dan kehilangan makna sebagai manusia. Pekerja menjadi sekedar alat produkdi,bukan individu yang bebas.
Menurut Marx, kondisi seperti ini menjadi salah satu dampak dari berkembangnya kapitalisme dalam masyarakat modern. Ketika pekerjaan hanya dipandang sebagai alat produksi dan keuntungan lebih banyak dinikmati oleh pemilik modal, maka hubungan sosial dalam masyarakat perlahan ikut berubah.
(Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah teori sosiologi satu)














Leave a Reply