SOCDEMPOST.ID — HALSEL, Pelayanan kesehatan di Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga menilai pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ditangani oleh Bidan Sultia belum berjalan maksimal dan dinilai kurang responsif dalam menangani pasien yang membutuhkan pertolongan segera. (Selasa, 7/04/2026)
Keluhan ini bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, seorang warga harus berjalan kaki dalam kondisi panik untuk mencari tenaga kesehatan desa setelah ponakannya mengalami sakit parah. Dalam situasi yang mendesak, ia bahkan mendatangi langsung rumah bidan yang bertugas demi mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut, menurut warga, mencerminkan lemahnya kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain kepada wartawan pada Senin (6/4/2026). (Kemarin) Ia mengisahkan pengalaman ketika ayahnya mengalami sakit cukup serius. Saat itu, ia mendatangi Pustu untuk meminta bantuan, namun respons yang diterima dinilai tidak sesuai harapan dan terkesan berbelit-belit.
“Seharusnya dalam kondisi seperti itu tenaga kesehatan bisa lebih sigap. Tapi yang kami rasakan justru sebaliknya,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, insiden yang lebih memprihatinkan terjadi dalam kasus persalinan. Seorang pasien yang hendak melahirkan sempat dibawa ke Pustu, namun setibanya di lokasi, bidan yang bertugas tidak berada di tempat. Karena kondisi semakin mendesak, keluarga akhirnya mengambil inisiatif membawa pasien ke rumah warga terdekat.
Beruntung, di lokasi tersebut terdapat seorang mantan mahasiswa kebidanan asal Desa Dowora yang kemudian membantu proses persalinan hingga ibu dan bayi berhasil selamat.
“Alhamdulillah keduanya selamat, tapi kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar salah satu warga.
Warga menyebut bidan desa baru tiba setelah proses persalinan selesai, yang semakin memperkuat kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
Kekecewaan warga juga mencuat dalam kasus lain, ketika seorang warga mendatangi bidan untuk meminta obat, namun justru mendapat respons emosional dan akhirnya pulang tanpa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
Meski demikian, masyarakat menegaskan bahwa mereka tetap menghargai profesi tenaga kesehatan. Namun mereka berharap pelayanan ke depan dapat dilakukan secara lebih profesional, responsif, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Sebagai bentuk tindak lanjut, warga mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasyim, untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja tenaga kesehatan di Pustu Desa Dowora.
Masyarakat menilai, pengawasan dan pembinaan yang lebih serius sangat diperlukan agar pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat berjalan optimal sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. (Red)












Leave a Reply