SOCDEMPOST.ID

Klik ide-Sebar Makna-Rebut Perubahan

Advertisement

SEMANK MALUT Sukses Gelar Lomba Vauf, Hidupkan Tradisi Perempuan Pesisir di Patani Utara

Socdempost.id – Halmahera Tengah — Yayasan SEMANK MALUT sukses menggelar kegiatan Lomba Vauf sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya pesisir di Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Peran Perempuan Pesisir dan Mendorong Wisata Bahari Berbasis Kearifan Lokal.” (Minggu, 17/05/2026)

Lomba Vauf tidak sekadar menjadi ajang perlombaan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penguatan identitas masyarakat pesisir yang selama ini diwariskan secara turun-temurun oleh perempuan-perempuan pesisir di wilayah Patani Utara.

Budaya Vauf sendiri merupakan praktik penangkapan ikan tradisional yang telah lama hidup di tengah masyarakat pesisir. Tradisi ini dikenal sederhana, ramah lingkungan, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan sumber daya laut. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak kembali memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dari praktik penangkapan ikan yang merusak.

Baca Juga :  Perahu Terbalik di Perairan Lebeno, 1 Warga Salube Ditemukan Meninggal Dunia

Panitia kegiatan menyebutkan bahwa pelaksanaan Lomba Vauf menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk merawat tradisi pesisir sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menjaga pengetahuan lokal masyarakat. Mama-mama pesisir memiliki pengalaman dan pengetahuan penting dalam praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan,” ujar Direktur Yayasan SEMANK MALUT, Sri Endah Widiyanti.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menjadi media pembelajaran bagi generasi muda agar lebih mengenal budaya pesisir yang diwariskan leluhur. Selain itu, Lomba Vauf diproyeksikan dapat mendorong pengembangan wisata bahari berbasis kearifan lokal di Desa Gemia, Bilifitu, dan Maliforo.

Baca Juga :  Dialog Publik Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan: AWI Dorong Kebijakan Pembangunan Maluku Utara Lebih Berpihak pada Realitas Kepulauan dan Pengalaman Perempuan

Tidak hanya melibatkan masyarakat pesisir, kegiatan ini juga memberi ruang besar bagi pemuda-pemudi setempat untuk terlibat langsung dalam kepanitiaan maupun pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting sebagai langkah menjaga keberlanjutan budaya bahari di masa mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pemerintah desa dari Gemia, Bilifitu, dan Maliforo, bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat yang memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya pesisir di Halmahera Tengah.

Panitia juga mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 26 peserta ikut ambil bagian dalam Lomba Vauf. Tingginya partisipasi warga menjadi tanda bahwa budaya pesisir masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Patani Utara.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelestarian budaya bahari, penguatan identitas masyarakat pesisir, serta pengembangan potensi wisata lokal di Halmahera Tengah. (Red)

Baca Juga :  HPMPG Sukses Gelar Dialog Publik tentang Ancaman Pendidikan di Era Digital

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *