Ternate- Coaching Proposal Pendanaan Riset Bima 2026 resmi dilaksanakan di lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Sabtu (22/11/2025). Kegiatan yang diprakarsai oleh Lembaga Riset, Publikasi, Pengabdian dan HKI (LRP2H) ini diikuti oleh 50 dosen dari berbagai fakultas.
Narasumber utama, Ricardo Freedom Nanuru tampil memberikan pendampingan penyusunan proposal berbasis standar Kementerian serta strategi tembus pendanaan. Ricardo sendiri dikenal sebagai Asesor Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dan reviewer aktif penelitian DIKTI maupun BRIN.
Dalam sesi khusus, peserta juga mendapatkan pemaparan analisis komentar reviewer Bima 2025 yang disampaikan oleh Rahmat Abd Fatah selaku Kepala Bidang Penelitian LRP2H UMMU sekaligus dosen yang telah enam kali tulisannya lolos dalam pendanaan riset DIKTI.
Rahmat mewakili kepala LRP2H UMMU Hamidah Rahman, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya agenda tersebut.
Saya mewakili Ibu Mida, menyampaikan terima kasih kepada narasumber Ricardo Freedom Nanuru, kepada Rektor UMMU serta kepada 50 peserta yang penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dan sebagai kabid saya sampaikan terimakasih kepada Kepala LRP2H atas dukungan dan kolaborasi terbaiknya, ujar Rahmat.
Ia menegaskan bahwa tujuan coaching proposal adalah untuk meningkatkan jumlah dan mutu usulan riset dosen UMMU pada pendanaan Bima tahun 2026.
Jika proposal yang diusulkan mematuhi unsur administrasi dan memperkuat aspek substansi, insyaAllah peluang pendanaannya jauh lebih besar”. Tambahnya.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 13.30 WIT hingga 17.00 Wit dan diperuntukkan secara khusus bagi dosen UMMU yang telah menyiapkan draft proposal maupun yang akan memperbaiki proposal Bima 2025 yang sebelumnya belum didanai.
Agenda pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat budaya riset di lingkungan UMMU dan meningkatkan capaian pendanaan penelitian pada tahun mendatang, sekaligus menurut Rahmat, sebagai upaya mendorong kampus untuk semakin berdaya dalam ekosistem riset nasional [Editor]













Leave a Reply