Ternate. Pagi itu (6/12/2025). detik-detik sebelum mentari menyalakan kilaunya di atap Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, barisan mahasiswa baru tampak berjalan dengan wajah lelah. Namun di balik raut yang redup, semangat mereka tetap menyala. Malam sebelumnya dihabiskan di ruang pembinaan, menyimak materi kemuhammadiyahan yang menjadi inti dari seluruh rangkaian Baitul Arqom.
Wajah kusam itu justru menjadi tanda betapa seriusnya proses pembinaan yang mereka jalani. Sebuah perjalanan panjang yang penuh pembelajaran akhirnya tiba di penghujung cerita. Sabtu, 6 Desember 2025 menjadi penutup gelombang kedua Baitul Arqom, sekaligus penanda selesainya seluruh rangkaian pembinaan tahun ini.
Kegiatan Baitul Arqom 2025 digelar dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 28 hingga 30 November 2025, sedangkan gelombang kedua digelar pada 4 hingga 6 Desember 2025 di Masjid Amirullah A. Baharudin, Kampus UMMU. Sebanyak 828 mahasiswa baru mengikuti agenda wajib ini, terdiri dari 578 peserta gelombang pertama dan 250 peserta gelombang kedua.
Pada penutupan kegiatan, Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Islam (LPPI) UMMU sekaligus Ketua Panitia, Ustaz Hindra Sarifuddin S.Pd.I., M.Pd.I., berdiri di hadapan para peserta. Senyum kecil terbit di wajahnya, semacam senyum perpisahan yang lembut sekaligus tegas. Matanya menyapu ruangan, seolah memastikan setiap mahasiswa membawa pulang sesuatu yang lebih dari sekadar catatan materi.
Dalam sambutannya, ia menegaskan kembali bahwa Baitul Arqom bukan acara yang boleh dipandang ringan. “Kegiatan Baitul Arqom bukan tempat hiburan. Ini adalah fondasi pengetahuan yang sangat berarti bagi mahasiswa baru. Harapannya, prodi bisa lebih peduli dan mendorong seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan ini sebagai bekal selama menempuh perkuliahan di UMMU,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima materi tentang keislaman, kemuhammadiyahan, pembangunan karakter, hingga wawasan kebangsaan. Interaksi antarmahasiswa dan pembina berlangsung intens sejak pagi hingga malam, menumbuhkan suasana kebersamaan yang jarang hadir pada rutinitas kuliah.
Penutupan Baitul Arqom 2025 akhirnya menjadi lebih dari sekadar momen akhir. Ia berubah menjadi jembatan, pengantar bagi mahasiswa baru untuk memasuki babak kehidupan kampus yang lebih luas. Dengan jumlah peserta yang besar dan ketekunan yang tetap terjaga hingga hari terakhir, kegiatan ini menjadi komitmen nyata UMMU dalam memperkuat kultur akademik dan nilai kemuhammadiyahan. (Ri)













Leave a Reply