SOCDEMPOST.ID

Klik ide-Sebar Makna-Rebut Perubahan

Advertisement

Tragedi Berdarah di Hutan Patani Kembali Terulang, HIPMA-PATANI MALUT Desak Aparat Usut Tuntas

SOCDEMPOST.ID —Himpunan Pelajar Mahasiswa Patani (HIPMA-PATANI MALUT) ngecam Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Halmahera Tengah. Seorang warga bernama Ustad Ali ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan hutan Patani Barat, tepatnya di Desa Banemo, Kamis (2/4/2026).

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di wilayah Patani dan sekitarnya. Masyarakat kini diliputi rasa takut, terutama saat beraktivitas di kebun yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat ke kebun seorang diri sekitar pukul 08.00 WIT. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung pulang. Sekitar pukul 18.20 WIT, pihak keluarga menyusul ke lokasi dan menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa.

Baca Juga :  Jual Beli IUP Haltim Disorot, LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi Hingga Tuntas

Ketua Umum HIPMA-PATANI MALUT, Nurazaq Rafli Kaderun, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah Halmahera Tengah dan aparat kepolisian, khususnya Polda Maluku Utara, untuk segera mengambil langkah serius dan mengusut tuntas kasus ini.

Menurutnya, rentetan kasus pembunuhan dan teror di wilayah Patani dan juga Haltim tidak pernah mendapatkan penyelesaian yang jelas. Hal ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya kaitan dengan isu investasi yang belakangan disebut-sebut akan masuk ke wilayah daratan Patani.

“Pemda Halmahera Tengah harus segera bertindak. Dari sekian banyak kasus yang terjadi, belum ada kejelasan hukum. Ini menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat,” ujar Nurazaq.

Data yang dihimpun menunjukkan, kasus serupa telah berulang kali terjadi. Pada 20 Maret 2021, tiga warga dilaporkan menjadi korban pembunuhan di hutan Patani Timur. Kemudian, pada 25 dan 26 Juni 2023, masing-masing satu warga asal Desa Damuli dan Desa Dote menjadi korban penyerangan yang diduga pembunuhan berencana. Selanjutnya, pada 30 April 2024, kembali terjadi penyerangan terhadap seorang warga Desa Moreala.

Baca Juga :  HIPMA PATANI Tolak Supriyanto Rauf Jadi Ketua PB PMFI: “Organisasi Ini Dibentuk Diam-Diam?”

Hingga kini, sejumlah kasus tersebut masih belum terungkap. Tidak adanya kejelasan penanganan hukum selama bertahun-tahun menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: siapa pelaku di balik rangkaian pembunuhan tersebut?

Masyarakat menilai, lemahnya respons aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, termasuk Polres Halmahera Tengah, DPRD, dan pemerintah kabupaten, menjadi faktor yang memperpanjang misteri kasus-kasus ini.

Peristiwa terbaru di Banemo semakin mempertegas urgensi penanganan serius dari pihak berwenang. Warga berharap aparat segera mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas di kebun dan hutan.

Situasi ini tidak hanya menjadi persoalan kriminal semata, tetapi juga menyangkut rasa keadilan dan kepercayaan publik terhadap negara dalam melindungi warganya. (R)

Baca Juga :  IPMB Mengecam Lembaga Inspektorat Kabupaten HAL-SEL Jangan Bermain Kong Kali Kong Soal Hasil Temuan Audit Dana Desa Busua

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *