Socdempost.Id_ Tangerang, Selasa siang yang cerah ini menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi di Maluku Utara. Di aula Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten, tangan Prof. Dr. Ranita Rope, SP., M.Sc menerima SK pengangkatan yang menandai dimulainya era baru bagi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Sosok Perempuan itu resmi menjabat sebagai Rektor perempuan pertama dalam sejarah 25 tahun keberadaan kampus tersebut.
Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 88/KEP/I.0/D/2026 yang diserahkan langsung oleh Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd selaku Ketua PP bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini adalah pembuktian bahwa talenta akademik perempuan di tanah Maluku Utara telah matang untuk memimpin.
Jejak akademik Prof. Ranita sebenarnya sudah mengukir prestasi sebelumnya. Gelar Guru Besar yang diraihnya menjadi pijakan kuat sebelum akhirnya ditunjuk memimpin UMMU periode 2026-2030. Latar belakang pendidikannya yang kokoh di bidang pertanian dimulai dari Universitas Khairun Ternate untuk jenjang S1, dilanjutkan S2 dan S3 Ekonomi Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membentuk figur akademisi yang memahami tantangan pembangunan di wilayah agraris sekaligus mampu berdialog dengan pusat keilmuan nasional.
Sambutan hangat langsung datang dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Maluku Utara. Organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut tidak hanya menyampaikan selamat, namun juga mendoakan kelancaran amanah persyarikatan yang kini dipikul oleh Prof. Ranita. Doa tersebut mencerminkan harapan bahwa kepemimpinan perempuan akan membawa nuansa baru dalam pengelolaan perguruan tinggi berbasis islami.
Dari sisi internal kampus, antusiasme serupa bergema. Sivitas akademika berharap keberhasilan Prof. Ranita menjadi sumber inspirasi bukan sekadar bagi kalangan perempuan, namun seluruh komunitas akademik untuk terus berinovasi. Visi akademik yang kuat dan pengalaman manajerial yang matang diharapkan mampu mengantarkan UMMU menjadi institusi yang lebih unggul, inovatif, dan islami di masa depan.
Sebelum momen bersejarah ini, UMMU selama dua dekade lebih selalu dipimpin oleh rektor laki-laki. Mulai dari pendiri Prof. Dr. HM Yunus Namsa, M.Si., kemudian Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag, M.Pd., Drs. Ishak Djamaludin, M.Pd., hingga Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag, M.Si. yang menutup era kepemimpinan laki-laki. Nama-nama tersebut membangun fondasi, namga kini tongkat estafet diserahkan kepada tangan yang berbeda tangan perempuan yang siap melanjutkan dan mengangkat prestasi.
Dengan terpilihnya Prof. Ranita Rope, UMMU tidak hanya mencatat sejarah internal. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam di Indonesia semakin terbuka terhadap kepemimpinan inklusif, di mana kompetensi menjadi satu-satunya tolak ukur bukan gender. (RI)


















Leave a Reply