SocDempost.id — Maba Tengah. Rumah Qur’an Ar-Rasyid Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, resmi membuka kegiatan Semarak Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Revolusi Nilai-Nilai Keislaman dalam Membentuk Karakter Generasi Maba Tengah.”
Pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus Rumah Qur’an, pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, serta para santri dan orang tua.
Ketua panitia, Adinda Nurussabila Bilbina, dalam sambutannya menekankan bahwa era globalisasi dan digitalisasi membawa tantangan serius bagi generasi muda. Menurutnya, degradasi moral, pergaulan bebas, serta melemahnya nilai penghormatan sosial menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan penguatan nilai-nilai Islam.
“Nilai seperti kejujuran, amanah, kedisiplinan, dan akhlak mulia harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai dasar Islam kepada anak-anak, membentengi generasi muda dari pengaruh negatif teknologi dan pergaulan bebas, serta menghidupkan kembali budaya religius yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Rumah Qur’an Ar-Rasyid, Lamuma Hi Thalib, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah desa Wayamli dan Yawanli, serta para orang tua santri yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Sementara itu, sambutan Pemerintah Desa Wayamli yang diwakili Sekretaris Desa Abbas Yusuf menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi keimanan generasi muda. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter anak sebaiknya dimulai sejak usia dini, sehingga kehadiran Rumah Qur’an menjadi wadah strategis dalam membimbing anak-anak.
Apresiasi juga disampaikan Camat Maba Tengah, Muhdin S. Kiye, SE, yang menyebut kegiatan Semarak Ramadhan sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus sarana mempererat silaturahmi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an serta meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menghafalnya,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Salman Abdul Gafur mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam pendidikan agama anak. Ia menegaskan bahwa selain memenuhi kebutuhan jasmani, orang tua juga wajib memberikan asupan rohani berupa ilmu agama dan pembinaan akhlak.
Ustadz Salman juga dikenal sebagai guru lintas generasi di wilayah Wayamli dan sekitarnya yang selama bertahun-tahun membimbing anak-anak belajar huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap lahir generasi Maba Tengah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia dalam menghadapi tantangan zaman. (*)


















Leave a Reply