SOCDEMPOST.ID

Klik ide-Sebar Makna-Rebut Perubahan

Advertisement

HMI CABANG TERNATE GELAR AKSI DEMONSTRASI BOIKOT BANDARA SULTAN BABULLAH

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate menggelar aksi di kawasan Bandara Sultan Babullah, pada Senin (15/6), sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap berbagai persoalan ekonomi, keadilan sosial, hingga penegakan hukum di Maluku Utara. Massa aksi melakukan boikot terhadap agenda penyambutan dan membentangkan tuntutan yang mereka sebut sebagai suara rakyat Maluku Utara.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan sempat direspons melalui pertemuan atau hearing antara perwakilan massa dengan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, serta Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto.

Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Yusril Buang, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk peringatan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan kondisi riil masyarakat.

Baca Juga :  Dialog Publik Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan: AWI Dorong Kebijakan Pembangunan Maluku Utara Lebih Berpihak pada Realitas Kepulauan dan Pengalaman Perempuan

“Maluku Utara selama ini memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional, tetapi di saat yang sama masyarakat masih menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok, persoalan distribusi BBM, dan ketimpangan kesejahteraan. Kami hadir untuk memastikan suara rakyat tidak hilang dari ruang kebijakan,” ujar Yusril.

Menurutnya, aksi di Bandara Sultan Babullah dipilih sebagai ruang simbolik agar pemerintah tidak hanya melihat angka pertumbuhan, tetapi juga mendengar kondisi sosial yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Ternate, Yusril J. Todoku, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berpihak pada kepentingan publik dan menjaga fungsi kontrol sosial.

“Gerakan ini bukan sekadar menyampaikan penolakan, tetapi mendorong pemerintah dan aparat agar serius menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar di Maluku Utara, mulai dari ekonomi, keadilan hukum, sampai perlindungan terhadap masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Cetak Sejarah: Prof. Ranita Rope Jadi Rektor Perempuan Pertama

Dalam aksi tersebut, HMI Cabang Ternate membawa tujuh tuntutan rakyat Maluku Utara, yakni:

  1. Ungkap dan tangkap jaringan mafia BBM di Maluku Utara.
  2. Turunkan harga bahan pokok.
  3. Berikan keadilan fiskal untuk Maluku Utara.
  4. Ungkap dan tangkap aktor intelektual pembunuhan di hutan Halmahera.
  5. Tolak PT Omonet Geothermal di Halmahera.
  6. Stop kriminalisasi aktivis.
  7. Tangkap pelaku jual beli IUP di Maluku Utara.

Usai penyampaian aspirasi dan dialog singkat dengan pihak pemerintah daerah serta kepolisian, HMI bersama dengan rekan-rekan kepolisian membuat Konferensi Pers kemudian massa membubarkan diri secara tertib dengan komitmen mengawal tindak lanjut dari tuntutan yang telah disampaikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *