Oleh : La Ode Arman Ahmad,– Pegiat Pilas Institute dan Mahsiswa Ilmu Politik Fisip Ummu.
Organisasi merupakan suatu wadah bagi mahasiswa ataupun pelajar yang ingin belajar lebih banyak tentang ilmu pengetahuan serta mengembangkan minat bakat mereka serta poreses mencari jati diri, ataupun jikalau kita mengutip pendapat dari, James D. Mooney (1939), organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Dari devenisi diatas sudah jelas bahwa setiap organisasi sudah pasti memiliki tujuan bersama apalagi organisasi dalam lingkungan kampus seperti HMPS, BEM, UKM ataupun organisasi mahasiswa yang diluar kampus seperti IMM, HMI, GMNI, GMKI, LMND SAMUARAI dan lain-lain yang mempunyai tujuan untuk menjaga kedaulatan negara dan keseimbangan antar pemerintah dan juga raknyatnya.
Namun seringkali organisasi di pandang sebelah mata oleh sebagian orang awam yang melihatnya sebagai penghambat perkuliahan, seperti kata-kata para orang tua di kampung yang sering melihat sebagian dari mahasiswa yang tidak berhasil menyelesaikan studinya seringkali dikaitkan dengan organisasi padahal tidak semua mahasiswa yang berorganiasi bermalas-malasan dalam perkuliahaannya penulis sendiri misalnya sala satu mahasiswa yang seringkali aktif dalam organisasi namun dalam lima semester kebelakang nilai disetiap mata kulia tidak mengalami penurunan ataupun sampai pada tahap eror akan tetapi dari organisasilah saya belajar tentang bagaimana mengatur waktu antara kulia dan organisasi.
Akantetapi tidak semua mahasiswa yang sudah bergabung dalam organisasi dapat memenej waktu meraka dan masi banyak lagi mahasiswa yang sering absen dalam perkuliahan banyak alasan antara deretan mahasiswa semacam ini ada yang beralasan bagunnya kesiangan diakibatkan semalam membaca buku, ada yang lebih memilih tidak hadir karena metode pengajarannya membosankan, ada juga alasan yang paling kontroversial yaitu belajar bisa dimana saja bukun cuman di ruang kelas yang hanya mendengarkan dan mematuhi apa yang dosen sampaikan. Hal ini yang sering dipandang tidak baik oleh sebagian orang para orang tua di kampung halaman bahkan seringkali dari mahasiswa yang apatis terhadap organisasi.
Bahkan telah di jelaskan dalam bukunya
Anangkota, M. (2019). Jangan Takut Kuliah Sambil Berorganisasi. Yogyakarta: Deepublish. Dalam Buku tersebut, memaparkan secara komprehensif manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, seperti pengembangan soft skill, pembentukan kerakter kepemimpinan, perluas jaringan. Selain itu, didalam buku tersebut pun menjawab kekhawatiran umum bahwa organisasi akan menggangu studi, serta memberikan panduan memilih organisasi yang tepat di kampus sesuai dengan pengembangan keterampilan soft skill kita.
Organasasi juga sudah menyiapkan banyak pembekalan dan juga pengalaman untuk kita agar tidak kaget atau bingung dalam dunia kerja karna sebagian kita sudah belajar dalam organisasi. Banyak yang bertanya emang apa yang kita dapat jika bergabung dengan organisasi?, Disini penulis ingin paparkan apa saja yang kita dapat ketika kita serius dalam berorganisasi.
Pengembangan keterampilan soft skill
Organisasi Mahasiswa menyediakan platform yang mendukung pengembangan berbagai keterampilan yang sangat di butuhkan di dunia kerja. Melalui partisipasi aktif, mahasiswa dapat belajar kepemimpinan dengan memegang posisi dalam organisasi, di mana kita di ajarkan cara mempin tim dan mengambil keputusan. Selain itu, keterampilan komunikasi juga ditingkatkan baik melalui berbicara didepan umum maupun komunikasi interpersonal selama presentasi dan diskusi. Lebih jauh lagi, kerja tim menjadi fokus karena mahasiswa belajar untuk berkolaborasi dengan individu dari berbagai latar belakang, sebuah kemampuan yang sangat berharga dalam lingkungan profesional
Jaringan Sosial yang Luas
Bergabung dengan organisasi mahasiswa memberikan kesempatan bagi mahasiswa bertemu dan berinteraksi dengan sesama mahasiswa, alumni, serta profesional di bidang yang sama. Jaringan yang terbentuk dari interaksi ini dapat menjadi sumber dukungan di masa depan. Salah satunya adalah kesempatan magang, di mana banyak organisasi memiliki koneksi dengan perusahaan yang dapat membuka peluang magang bagi anggotanya. Selain itu, membangun relasi yang baik dengan anggota organisasi juga bisa memberikan rekomendasi yang kuat saat mahasiswa mencari pekerjaan di masa depan.
Pengalaman Praktis
organisasi kemahasiswaan sering berpartisipasi dalam berbagi inisiatif dan acara, yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dunia nyata di luar lingkungan kelas. Salah satu kegiatan yang sering di adakan adalah event organizing, di mana mahasiswa tersebut dalam pengelolaan acara seperti seminar, workshop, atau festival kampus, yang memberikan wawasan berharga tentang manajemen acara. selain itu, banyak organisasi juga berpartisipasi dalam proyek sosial, seperti kegiatan pengabdian masyarakat, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetap juga memperkaya pengalaman mahasiswa dengan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
Peningkatan rasa kepemilikan dan tanggung jawab
Mahasiswa yang terlibat dalam organisasi di kampus cenderung merasa bahwa mereka memiliki peran dan tugas. Ketika inisiatif berhasil di selesaikan, hal ini dapat meningkatkan semangat dan dedikasi terhadap tujuan organisasi dan memberikan rasa pencapaian.
Menemukan minat bakat
Klub siswa sering menawarkan lingkungan dimana minat dan keterampilan dieksplorasi. Mahasiswa dapat menemukan minat mereka pada mata pelajaran tertentu baik itu studi, olahraga, atau seni-melalui kegiatan mereka.
Kesiapan karier
Keanggotaan organisasi mahasiswa mungkin terlihat bagus di resume .
Kandidat dengan pengalaman organisasi sering di cari oleh perekrut karena hal itu menunjukkan kapasitas untuk berinisiatif, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Selain itu, seseorang dapat langsung menetapkan pengetahuan dan keahlian yang diperoleh selama berorganisasi dalam pekerjaan.
Bergabung dengan organisasi tidak hanya merupakan kegiatan sekali saja, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan. melalui organisasi kita dapat mengembangkan keterampilan mereka, membangun jaringan, dan mendapatkan pengalaman Praktis yang sangat berharga. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk berpuasa diri dan menganggap organisasi sebagai aspek terpenting dalam perjalanan akademis. Dengan semua keuntungan ini, jelaslah bahwa bergabung dengan organisasi adalah keputusan yang bijaksana dan di perhitungkan untuk setiap mahasiswa.
Dan masi banyak lagi yang bisa kita dapatkan jikalau kita serius dalam berorganisasi dan tidak semua mahasiswa yang berorganisasi akan lambat perkuliahannya. Untuk itu penulis merasa bahwa stigma tentang organisasi adalah faktor penghambat dalam berkuliahan tidak sepetunya benar karena banyak mahasiswa juga yang tidak berorganisasi yang juga lama dalam perkuliahannya bahkan ada yang sampai di Drop Out (DO) atau diberhentikan dalam perguruan tinggi.
Sebab setiap organisasi mengajarkan nilai kebaikan dalan pengalaman yang tidak kita dapatkan dalam lingkungan kampus.














Leave a Reply