SOCDEMPOST.ID

Klik ide-Sebar Makna-Rebut Perubahan

Advertisement

Refleksi Untuk Karang taruna Moreala: Aktif atau Hanya Terlihat Aktif 

Olah: Akmal Matahari Pemuda Desa Moreala

Karang taruna merupakan organisasi sosial untuk pemuda yang bertujuan membina, mengembangkan, dan memberdayakan generasi muda di masyarakat. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan sosial, ruang kreativitas, dan tempat tumbuhnya semangat kebersamaan di kalangan pemuda.

Tugas pokok karang taruna adalah tercantum adalam Peraturan Mentri Sosial RI No.83/HUK/2005 adalah organisasi sosial wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan kepedulian sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan social (Ramlan, 2020). Namun, muncul pertanyaan: apakah Karang Taruna Moreala benar-benar aktif atau hanya terlihat aktif?

Pertanyaan ini bukan untuk menyudutkan siapa pun, melainkan untuk evaluasi bersama agar organisasi kepemudaan berjalan lebih baik. Aktif bukan hanya soal kegiatan sesekali atau kehadiran di acara tertentu, tapi juga dampak nyata pada pemuda dan masyarakat.

Baca Juga :  Peran Sosiologi Dalam Membaca Masyarakat Modern: Tantangan Dan Adaptasi Di tengah Kemajuan Zaman

Kegiatan karang taruna sering terlihat di masyarakat, seperti kerja bakti, membersihkan lapangan sepak bola, membantu kegiatan desa, atau ikut acara perayaan. Semua itu penting dan patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Tapi, apakah aktivitas tersebut cukup untuk disebut sebagai organisasi pemuda yang aktif?

Organisasi pemuda idealnya tidak hanya fokus pada kegiatan fisik atau seremoni, tapi juga program yang memberi nilai tambah bagi pemuda. Contohnya pelatihan keterampilan, diskusi pendidikan, pembinaan olahraga, pengembangan kewirausahaan, kegiatan literasi, dan ruang bagi pemuda menyampaikan aspirasi. Jika hal ini belum banyak dilakukan, wajar jika pemuda mempertanyakan fungsi organisasi.

Keaktifan organisasi tidak hanya soal seringnya nama organisasi disebut atau terlihat di acara besar. Organisasi aktif memiliki keberlanjutan program, keterlibatan anggota luas, komunikasi terbuka, dan pengaruh positif pada perkembangan pemuda. Sebaliknya, organisasi yang hanya terlihat aktif biasanya hanya simbolik, tapi minim dampak jangka panjang.

Baca Juga :  Kesempatan Bersalaman dengan Ibu Tinggal Kenangan

Karang Taruna Moreala memiliki potensi besar menjadi rumah bersama bagi pemuda. Moreala memiliki generasi muda kreatif, energik, dan penuh ide. Potensi ini butuh ruang, dukungan, dan kesempatan berkembang. Maka, penting membangun budaya partisipasi terbuka, tidak terbatas pada kelompok tertentu, dan memberi kesempatan sama bagi semua pemuda berkontribusi. Pemuda yang diberdayakan lebih mungkin untuk menjadi peserta aktif dalam komunitas mereka, berkontribusi positif kepada masyarakat, dan mewujudkan potensi penuh mereka. Selain itu, populasi pemuda yang kuat dan berdaya akan (Muhammadiah et al., 2023). 

Refleksi ini bukan kritik untuk menjatuhkan, melainkan ajakan bertumbuh bersama. Organisasi baik bukan yang anti-kritik, tapi yang menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi perbaikan. Pemuda membutuhkan organisasi yang hidup, bergerak, mendengar, dan memberi ruang berkembang.

Baca Juga :  Pemimpin di Mata Media: Antara "Balingko" dan Rekam Jejak yang Disulap

Pada akhirnya, pertanyaan “Karang Taruna Moreala: aktif atau hanya terlihat aktif?” bukan untuk mencari siapa salah, melainkan mengingatkan organisasi kepemudaan harus terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. Pemuda butuh organisasi yang tidak hanya terlihat ada, tapi benar-benar hadir dan memberi manfaat nyata bagi masa depan mereka. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *